Analisa Teknikal dan Berita Fundamental Forex Hari ini Forex Brokers with Mini dan Micro Accounts Analisa Teknikal dan Berita Fundamental Forex Hari ini Mini Forex Trading dan Mini Accounts Definition Berita dan Analisa Pasar Forex hari ini seputar forex hari ini Investasi Emas dengan Broker Emas Trading Emas Online Indonesia Keuntungan Trading Emas Online Cara Mudah Belajar Forex Trading Indonesia Forex Trading Indonesia Trading Forex Online Analisa Teknikal dan Berita Fundamental Forex Hari ini Analisa Teknikal Forex Berita dan Analisa Pasar Forex hari ini Belajar Forex untuk Pemula Belajar Trading Forex Cara Mudah Belajar Forex Trading Indonesia Analisa Teknikal dan Berita Fundamental Forex Hari ini Tinjauan Analisis Forex Berita dan Analisa Pasar hari ini Tinjauan Analisis Forex Berita dan Analisa Pasar hari ini Analisa Teknikal dan Berita Fundamental Forex Hari ini

Selasa, 22 Juli 2014

Aussie Menguat Pasca Inflasi Australia

Aussie menguat setelah data inflasi Australiamengembalikan harapan akan potensi kenaikan suku bungaRBA yang lebih cepat dari seharusnya. Meski tidak setinggi prediksi 3,1%, inflasi tahunan Australia mencatatkan kenaikan 3,0% untuk kuartal kedua 2014. Ini lebih tinggi dari publikasi kuartal pertama yang mencapai 2,9%.

cara analisa forex hari ini

Minutes RBA terakhir menunjukan bank sentral masih melihat kebijakan moneter yang dijalankan sekarang masih sesuai. Namun, dengan inflasi yang berada di batas atas target inflasi RBA 3% maka ini dapat mendorong bank sentral Australia untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Pasar masih mengharapkan kenaikan suku bunga RBA secepatnya pada akhir tahun 2014. AUD/USD kini diperdagangkan 0.9432; menjauhi level rendah harian 0.9379.

Senin, 21 Juli 2014

Waspadai Potensi Koreksi Emas Secara Teknikal

Situasi ketegangan geopolitik kembali memberikan keuntungan bagi logam mulia emas sebagai aset safe-haven di perdagangan hari Selasa (22/7), hal ini menjadi perhatian sangat penting bagi investor yg ber-investasi emas.
Dari jalur Gaza di laporkan bahwa korban tewas dari pihak Palestina melonjak hingga lebih dari 500 orang, sehingga Amerika Serikat terus mengupayakan untuk mengamankan gencatan senjata.  
 
 

Sementara kabar terbaru menyebutkan bahwa para menteri Uni Eropa secepatnya akan bertemu di Brussels hari ini untuk membahas sanksi baru yang akan diberikan kepada Rusia. Sanksi tersebut bertujuan untuk mengurangi keterlibatan Rusia dalam konlfik di Ukraina.
Namun secara teknikal, meskipun tren logam mulia ini masih kokoh, potensi tekanan penurunan juga cukup besar. Kondisi tersebut terlihat dari indikator Stochastic berdurasi 4 jam (H4) yang downtrend serta MACD H4 yang masih berada di zonabearish (dibawah garis nol). Sedangkan pergerakan sejumlahcandle saat ini berada di bawah garis moving average (MA-50 & MA-100) yang terkondisi bearish.
  
Maka bilamana eskalasi geopolitik terus mereda, pergerakan emas secara teknikal juga akan menurun. Dan koreksi emas (XAUUSD) diproyeksikan dapat menurun ke area support 1304 kemudian 1298 atau hingga 1292. Sementara rally emas mash berpeluang ke resisten 1318 dan kisaran 1325.

Transisi Kepemimpinan Harus Sukses

Kesuksesan transisi kepemimpinan dari Presiden SBY kepada presiden baru yang terpilih merupakan langkah awal yang baik bagi pembangunan ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan. Ini dikarenakan agenda ekonomi di tahun mendatang sudah menunggu presiden baru.

“Banyak sekali agenda ekonomi seperti pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan investasi, hilirisasi dan industrialisasi membutuhkan fokus dan konsentrasi penyelenggara negara, utamanya pemerintah baik di pusat maupun daerah,” jelas Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah, seperti dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet pada Senin (21/7).

Ia berharap hingga hasil pilpres diumumkan, keadaan yang kondusif dapat terus dijaga. Selain itu, sengketa politik ia harapkan dapat ditekan sehingga tidak menjadi berkepanjangan. “Sekali lagi dengan suksesnya Indonesia menyelenggarakan pesta demokrasi pada tahun ini, semakin membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang sukses melakukan pemantapan demokrasi baik secara prosedural maupun substansial,” katanya.

Sejalan dengan Firmanzah, Menteri Keuangan M. Chatib Basri pada pekan lalu juga mengatakan bahwa transisi pemerintahan diharapkan dapat berjalan dengan baik. "Jadi kita melihat ini sebuah proses yang bukan cuma pemerintahan Pak SBY, tapi pemerintahan berikutnya. Tidak dalam periode yang dipotong-potong, karena kita bicara untuk negara. Untuk menjaga ekonomi itu prosesnya harus smooth. Tradisi ini yang saya kira penting," jelasnya.

Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp.11612 - Rp.11.532 per USD

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)  jelang pengumuman Pemilihan Presiden (Pilpres) diperkirakan akan bergerak di atas level resisten Rp 11.689 per USD.   Sedangkan menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), laju rupiah dilevel Rp 11.612 – Rp 11.532 per USD.


Laju  rupiah selanjutnya akan tergantung dari bagaimana respon pelaku pasar terhadap pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Laju rupiah yang mampu kembali terparesiasi meski diterpa sentimen negatif dengan melemahnya sejumlah mata uang Asia Pasifik karena sentimen konflik di Ukraina dan Rusia. Bagaimana dengan mata uang lainnya seperti Euro, GBP, Swiss Franc, Yen. baca yuk pergerakan forex dengan analisa forex hari ini. 

Selain itu, pelaku pasar berekspektasi positif  hasil  pilpres kali ini dapat diterima oleh kedua belah pihak termasuk para relawan dan pendukungnya sehingga tidak akan menimbulkan kekacauan.   Muncul juga spekulasi bahwa inflasi di bulan Juli ini tidak akan terlalu tinggi seiring tidak terlalu signifikannya harga rata-rata barang konsumsi.

Jumat, 18 Juli 2014

Hingga Mei 2014, Realisasi Belanja Daerah Lampaui Rp200 Triliun

Hingga Bulan Mei tahun ini, realisasi belanja daerah secara nominal menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2013. Hingga 31 Mei 2014, estimasi realisasi belanja daerah diperkirakan mencapai Rp200,66 triliun.



Pada periode yang sama tahun lalu, sebagaimana tercantum dalam publikasi Estimasi Belanja Pemerintah Daerah Bulan Mei 2014 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Rabu (16/7), realisasi belanja daerah mencapai Rp190,85 triliun.

Sementara itu, pada tahun 2012 dan 2011, realisasi belanja daerah masing-masing sebesar Rp155,99 triliun dan Rp132,85 triliun. Hal tersebut sekaligus menunjukkan adanya tren kenaikan realisasi belanja daerah secara nominal dari tahun ke tahun.

Namun demikian, secara persentase, realisasi belanja daerah hingga Mei 2014 diperkirakan baru mencapai 24,6 persen dari total anggaran belanja daerah yang sebesar Rp815,91 triliun. Ini lebih rendah jika dibandingkan dengan persentase realisai pada periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 26,9 persen. Demikian halnya jika dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2011 yang masing-masing mencapai 26,3 persen dan 26,8 persen.

Lebih lanjut, publikasi tersebut juga menyajikan rata-rata realisasi belanja daerah agregat per provinsi yang sebesar 24,6 persen. Dari keseluruhan 34 provinsi, 21 provinsi memiliki realisasi belanja di atas rata-rata, sementara 13 lainnya di bawah rata-rata. Estimasi realisasi belanja tertinggi adalah di Provinsi  Sulawesi Utara, yakni 34,4 persen, sementara yang terendah adalah di Kalimantan Utara, 9,6 persen.(nv)

Rabu, 16 Juli 2014

Abe : Jepang Perlu Pertumbuhan 2% Untuk Naikan Pajak Kuartal.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 2% pada kuartal sekarang akan cukup untuk memungkinkan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk melanjutkan kenaikan pajak penjualan hingga 10% pada tahun depan, di tunjukan dalam survey Bloomberg News.



Pemerintahan Abe telah mengindikasikan bahwa dia akan membuat keputusan di bulan Desember setelah memeriksa data untuk periode tiga bulan sampai Septemner. Para ekonom dalam survey terpisah memproyeksikan pertumbuhan pada kuartal sekarang akan mencapai level 2.4% pada tingkat tahunan.

Meningkatkan pajak penting untuk Jepang untuk memerangi beban utang  publik yang berada di level terbesar di dunia, bahkan jika itu akan melukai rumah tangga berpenghasilan rendah, menurut International Monetary Fund. Tugas Abe adalh menanamkan keyakinan kepada perusahaan-perusahaan dan konsumen untuk mempertahankan belanja mereka setelah pajak di naikan 3% pada bulan April lalu.

“Dia mungkin tidak memiliki kesempatan untu menunda kenaikan pajak,” kata Yuichi Kodama, kepala ekonom di  Meiji Yasuda Life Insurance Co. di Tokyo. “Pasar saham sangat mungkin untuk jatuh jika kenaikan pajak di tunda karena investor akan menganggap Abe tidak memiliki kemampuan untuk mendorong ekonomi melalui reformasi fiskal.”

Sebanyak 13 dari 33 ekonom dalam survey mengatakan bahwa ekspansi 2% di perlukan untuk pemerintah untuk naikan pajak penjualan. Angka ini juga berada dalam estimasi median ekonom.

Sementara itu tujuh orang sisanya menunjukkan bahwa level kurang dari 2% akan menjadi cukup, dan enam lainnya menunjukkan bahwa lebel 2.5% atau lebih akan di perlukan dan empat orang lainnya perkirakan Abe akan melanjutkannya terlepas dari apapun hasil pertumbuhan.

Selasa, 15 Juli 2014

Dollar Menguat Vs. Mata Uang Asia Setelah Komentar Yellen

Dollar menguat terhadap mata uang negara berkembang di Asia setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen berkomentar atas outlook untuk suku bunga AS, sementara itu mata uang Selandia Baru tergelincir pada data inflasi.

Greenback menguat setidaknya sekitar 0.2% terhadap mata uang Asia seperti Korea Selatan, Malaysia dan Thailand, menyentuh level terkuat sejak bulan April terhadap won, sedangkan Kiwi melemah sekitar 0.6%.



Di saat Yellen mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa stimulus masih di perlukan, dia mengatakan bahwa suku bunga dapat di naikan lebih cepat dari perkiraan jika pasar kerja terus membaik lebih cepat dari perkiraan. China diproyeksikan pada hari ini akan melaporkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang bertahan di level 7.4% di kuartal kedua, di saat penjualan retail dan produksi industri naik di bulan Juni. Harga konsumen di Selandia Baaru naik di bawah perkiraan analis pada kuartal lalu, dengan bank sentral akan mengkaji ulang pandangan mereka terhadap biayan pinjaman pada pekan depan.

“Data terbaru pada ekonomi AS terus membaik dan menunjukkan bahwa resiko terhebat untuk perubahan sikap Fed menuju kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan,” kata Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney. “Trader akan lebih hati-hati menuju perilisan data GDP China.”
paket liburan ke bali seputar forex seputar forex analisa forex paket wisata bali forex Mini Account forex Mini Account berita forex paket wisata jogja Trading Mini Account Trading Mini Account signal forex tour singapore forex mini account forex mini account Wisata Jogja